Selasa, 07 Juli 2009

Refleksi Mingguan, 5 Juli 2009

Dua Laut di Palestina Dipalestina

Ada dua laut yang terkenal, dan keduanya sangat berbeda. Yang satu dinamakan Laut Galilea yakni sebuah danau yang luas dengan air yang jernih dan bisa diminum. Ikan dan manusia bisa berenang dalam danau tersebut. Danau itu juga dikelilingi oleh lading dan kebun hijau. Banyak orang mendirikan rumah mereka di sekitarnya. Yesus pun berlayar didanau tersebut beberapa kali. Laut yang lain dinamakan laut mati, dan sungguh sesuai dengan namanya. Segala sesuatu yang ada didalamnya mati. Airnya asin sehingga kita pun bisa sakit bila meminumnya. Danau itu tidak ada ikannya. Tak ada sesuatu pun yang tumbuh ditepinya. Tak seorangpun tinggal disekitar danau tersebut karena baunya tidak sedap. Jadi yang menarik tentang kedua laut itu adalah bahwa ada satu sungai yang mengalir ke keduanya. Jadi apa yang membuat keduanya berbeda?. Bedanya adalah : danau yang satu menerima dan memberi, sedang danau yang satunya hanya menerima dan menyimpan.Sungai Yordan mengalir kepermukaan laut Galilea dan mengalir keluar dari dasar danau itu. Danau tersebut memanfaatkan air sunga Yordan dan meneruskannya kepada danau lainnya untuk juga memanfaatkannya. Sungai Yordan kemudian mengalir kedalam laut mati namun tidak pernah keluar lagi. Laut mati secara egois menyimpan air sungai Yordan bagi dirinya sendiri. Hal itulah yang membuatnya mati. Karena laut itu hanya menerima dan tidak memberi. Rasul Paulus berpesan kepada jemaat di Efesus termasuk kepada kita dijemaat ini “dalam segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu, bahwa dengan bekerja demikian kita harus membantu orang-orang yang lemah dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan adalah lebih berbahagia memberi daripada menerima” Kisah Para Rasul 20:35

2 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. Saya sangat senang pertama kali saya masuk dalam wilayah pelayanan JBT saya tidak menyangka kalau saya itu disambut dengan baik dan saya itu diperlakukan sama dengan teman2 yang sudah lama disini. N salama saya disini saya sangat senang karena saya mendapatkan banyak pelajaran baik dan nasehat2 dari para majelis yang sudah saya anggap sebagai orang tua saya selama saya tinggal di Makassar.Sekali lagi saya ucapkan terima kasih.Gog Bless Us

    BalasHapus